Jumat, 16 September 2016

Taiyou no Uta 2006

Resensi Film : Taiyou no Uta (Midnight Sun)


Disutradarai Oleh    : Norihiro Koizumi
Penulis Naskah        : Kenji Bando
Dibintangi Oleh        :

  •  Yui
  • Takashi Tsukamoto
  • Kuniko Asagi
  • Goro Kishitani
  • Sogen Tanaka
  • Airi Toyama
Lagu Oleh                   : Yui

Didistribusikan Oleh : Shochiku Co.,Ltd.

Dirilis tanggal            : 17 Juni 2006 (Jepang)
Durasi Film                : 119 min.
Bahasa                        : Jepang



OH GOODBYE DAYS ima
Kawari hajimeta mune no oku ALLRIGHT
Kakkou yokunai yasashisa ga soba ni aru kara
LA LA LA LA  WITH YOU......


Sekarang, hari perpisahan
Segalanya mulai berubah, tapi sesuatu dalam hatiku baik-baik saja
(Seperti sebelumnya, hari-hari yang) terlarang tapi tetap berkesan
Saat aku bersama denganmu......*
 Itulah sepenggal lirik dari lagu “Good Bye Days” yang menjadi soundtrack film “Taiyou no Uta” atau dikenal juga dengan judul “Song of The Sun”. Lagu tersebut menceritakan tentang perasaan Kaoru Amane (Yui Yoshioka), seorang gadis berusia 16 tahun yang menderita penyakit Xeroderma Pigmentosum atau XP. XP adalah penyakit yang menyebabkan penderitanya meninggal jika terkena sinar ultraviolet matahari.
Karena penyakitnya, Kaoru hanya bisa keluar di malam hari dan tidur di siang hari (udah kayak kalong aja ya...kesian bgt). Selama itu, gitar adalah satu-satunya hiburan yang bisa mencerahkan hidupnya. Ia sangat suka menyanyi dan ia selalu datang untuk bernyanyi setiap malam di depan stasiun. Selain tidur, Kaoru juga suka memperhatikan seorang cowok SMA yang selalu duduk di halte bus di seberang rumahnya, dengan papan surfing yang terikat di skuternya. Ia ingin sekali berkenalan dengannya, tapi ia tidak bisa terkena sinar matahari (iyalah, bisa mati dia).


Kaoru lagi nungguin Koji lewat depan rumahnya.....


YUI lagi menghibur diri di stasiun dengan menyanyi 

Ketika sedang menyanyi di depan stasiun seperti biasa bersama sahabatnya Misaki Matsumae (Airi Toyama), ia melihat cowok itu lalu mengejarnya sampai ke rel kereta dan secara tak sengaja mendorongnya sampai jatuh. Tanpa basa-basi lagi ia langsung berkata "Amane Kaoru desu! 16sai desu! Kareshi wa imasen!" (sumpah, ini bagian yang paling lucunya....keliatan banget Kaoru masih 'ijo' soal cinta). Cowok itu yang bernama Koji Fujishiro (Takashi Tsukamoto) cuma bisa memandang aneh pada Kaoru yang terus mengoceh sampai akhirnya Misaki datang dan menyeret Kaoru pergi.
Mengetahui bahwa temannya begitu menyukai Koji, akhirnya Misaki secara sukarela merekamkan video tentang keseharian Koji untuk Kaoru. Kaoru pun senang, ia akhirnya bisa lebih mengenal Koji. Suatu malam, mereka bertemu di halte bis di depan rumahnya. Awalnya mereka merasa canggung, tapi kemudian mereka berjanji untuk bertemu di depan stasiun saat malam hari untuk mendengar Kaoru menyanyi.
aish....lucunya^^....salting nih yee

Karena tempat dimana ia biasa menyanyi sudah ditempati orang lain, Koji mengajak Kaoru ke kota.

cieh....seneng banget mba di bonceng....(iyalah, yang boncengin'a ganteng gitu!!)


seneng banget ya.....pertama kali sih jalan ke kota

Setelah melihat-lihat, akhirnya mereka berhenti di suatu tempat dan Kaoru mulai bernyanyi. Orang-orang pun mengerumuni mereka, semuanya hanyut mendengar lagu yang Kaoru nyanyikan. Begitupula dengan Koji yang begitu terkesima.

ashekk dah mba, di sawer yohhh......


Sebelum pulang, mereka berhenti sebentar di pantai, disana Koji menembak Kaoru, Kaoru menjawab ya. Dan akhirnya mereka pun mulai berpacaran.

Koji payah banget main gitar, masa kalah sama Kaoru yang cewek??

Setelah itu, Koji baru mengetahui bahwa Kaoru mengidap penyakit XP, meski begitu ia tidak ingin melepaskan Kaoru. Hal itu meyakinkan Kaoru bahwa Koji memang tulus mencintainya. Koji juga yang berinisiatif untuk membuatkan CD debut Kaoru. Untuk mengumpulkan biaya rekaman, Koji mulai bekerja sambilan selama liburan musim panas (dimana ya bisa nemu cowok kayak gini,,,,). Di saat yang bersamaan Kaoru mulai merasakan tangannya menjadi kaku, ia sudah tidak bisa bermain gitar lagi. Tapi, karena Koji memintanya untuk merekam CD debut akhirnya Kaoru bersedia. Saat itu Kaoru berkata, “ meskipun tanganku seperti ini, kamu masih bisa mendengarkan suaraku. Karena itu, aku akan terus bernyanyi.” (Aish....Koji nangis sedih banget saat Kaoru bilang gitu).
Akhirnya waktu perekaman CD tiba. Selama sesi perekaman, Kaoru melarang ayah, ibu, Koji juga Misaki untuk melihatnya. Mereka baru bisa mendengarnya setelah dalam bentuk CD.


sepenuh hati banget Kaoru nyanyinya pas rekaman...

Tapi setelah hari itu, kondisi Kaoru makin memburuk, sehingga ia harus menggunakan kursi roda.
Di suatu pagi, dengan ditemani ayah dan ibunya, Kaoru pergi ke pantai untuk melihat Koji berselancar. Saat itu dengan mengenakan baju khususnya Kaoru berjalan ke arah bibir pantai, menuju tempat Koji yang menunggunya.


Kaoru yang kekeuh mau nyamperin Koji sekalipun harus jatuh-bangun...


Hari itu adalah saat pertama dan terakhir bagi Kaoru untuk melihat Koji berselancar. Karena beberapa hari kemudian Kaoru meninggal dunia sebelum CD-nya dirilis. Setelah CD-nya selesai dirilis, CD itu menjadi kenangan terakhir bagi Koji, Misaki, serta ayah dan ibu Kaoru dan selalu mengingatkan mereka pada Kaoru.


peti mati Kaoru penuh bunga matahari, penggambaran matahari yang udah ngebunuh dia...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar